Saat ini beredar berbagai macam obat anti obesitas yang dijual bebas. Namun masyarakat sebaiknya cermat memilih obat anti obesitas agar tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Sebaiknya beli obat anti gemuk yang telah diizinkan Badan Pengawas Obat dan Makanan karena keamanannya lebih terjamin.
"Ada beberapa obat anti obesitas yang efektif dan aman di pasaran, tapi kami prihatin dengan beredarnya berbagai obat yang mengklaim sebagai obat anti obesitas tanpa didukung oleh penelitian yang memadai," ujar Dr Victor Tambunan, MS, SpGK dalam acara seminar media 'Keamanan Obat Anti Obesitas Terkait Perijinan BPOM' di Annex Building.
Obat penurun berat badan ada 2 jenis, yaitu:
- Obat yang bekerja sentral, yaitu bekerja di saraf pusat dengan cara menekan nafsu makan, meningkatkan rasa kenyang, menaikkan metabolisme sehingga seseorang cenderung berkeringat.
- Obat yang bekerja lokal, yaitu obat yang bekerja di usus dengan cara menghambat penyerapan zat gizi seperti lemak.
Bagaimana menentukan obat anti obesitas yang tepat?
Menurut dr Johannes Chandrawinata, MND, SpGK untuk menentukan pemilihan obat didasarkan pada indikasi dan juga kontra indikasi. Biasanya seseorang harus diukur terlebih dahulu tekanan darah, denyut nadi dan juga riwayat penyakit terdahulu atau yang sekarang dialami. Serta penilaian klinis mengenai risiko dan keuntungannya.
Di Indonesia obat anti obesitas yang mendapatkan izin edar oleh BPOM adalah:
1. Diethylpropion (obat jangka pendek)
2. Orlistat (obat jangka panjang).
Kedua obat ini, ada yang dikonsumsi satu jenis saja tapi ada juga yang kombinasi.
"Jika memerlukan pengobatan, penderita obesitas harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan obat yang efektif dan aman, serta sudah terbukti melalui uji klinis," ungkapnya.
Sementara itu Dra Endang Woro Tedjiwati, M.Sc dari BPOM menuturkan bahwa obat anti obesitas umumnya termasuk golongan obat keras.
Jadi masyarakat sebaiknya jangan membeli obat anti obesitas tanpa menggunakan resep dokter, serta belilah di apotek yang memiliki apoteker dan bukan di toko obat bebas.
Gaya hidup tidak sehat menyebabkan para pria masa kini banyak mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Dibandingkan tahun 1986, berat badan rata-rata pria Inggris pada tahun 2000 telah meningkat hingga 7,7 kg.
Peningkatan tersebut lebih tinggi dari dugaan sebelumnya. Berdasarkan perbandingan pola makan pria Inggris pada tahun 1986 dengan tahun 2000, para ahli memperkirakan peningkatan berat badan rata-rata pada pria hanya sekitar 4,7 kg.
Peningkatan berat badan dipicu oleh pola makan yang makin banyak mengandung kalori, namun tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Kebanyakan para pekerja kantor hanya duduk sepanjang hari, namun porsi makannya tidak pernah disesuaikan.
Tidak hanya pada pria, peningkatan berat badan rata-rata juga dialami oleh para wanita di Inggris meski angkanya lebih sedikit. Pada periode yang sama yakni antara 1986 hingga 2000, terjadi peningkatan berat badan rata-rata 5,4 kg pada wanita.
Data ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Oxford University belum lama ini. Hasil penelitiannya termuat dalam laporan yang dipublikasikan dalam edisi terbaru British Journal of Nutrition.
"Orang-orang zaman sekarang lebih banyak mengendarai mobil, jarang bersepeda dan melakukan pekerjaan yang tidak banyak melibatkan aktivitas fisik," ungkap salah satu peneliti, Dr Peter Scarborough.
Dr Scarborough juga mengungkap jumlah penderita obesitas di Inggris terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008 jumlahnya mencapai 25 persen dari seluruh populasi, meningkat 3 kali lipat dari tahun 1986 yang hanya 7 persen.
Obesitas dan kelebihan berat badan (overweight) diketahui merupakan faktor risiko sindrom metabolik. Ancaman yang mengintai orang dengan indeks massa tubuh tinggi antara lain diabetes serta berbagai masalah jantung dan pembuluh darah termasuk stroke dan serangan jantung.
Duduk seharian di belakang meja kerja bisa meningkatkan risiko sakit jantung dan masalah kegemukan. Hanya dengan meluangkan waktu minimal 1 menit untuk pergi ke toilet atau sekedar ngobrol dengan rekan kerja, risiko ini akan dapat dikurangi.
Penelitian membuktikan, meninggalkan bangku selama 1 menit setiap interval tertentu bisa membuat lingkar pinggang terjaga 4 cm lebih kecil dibanding yang duduk terus menerus. Kebiasaan ini juga dapat menurunkan tekanan darah yang merupakan faktor risiko masalah jantung dan pembuluh darah.
Makin sering pergi ke kamar mandi atau menghampiri rekan kerja di mejanya, makin besar pengaruhnya terhadap lingkar pinggang dan kesehatan jantung. Dalam penelitian itu, total waktu yang dihabiskan untuk berjalan-jalan selama jam kerja paling banyak 2 jam dalam sehari.
Penelitian yang dilakukan oleh para ahli di University of Queensland di Australia ini melibatkan 4.757 karyawan kantor dengan pengamatan selama seminggu berturut-turut. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam European Heart Journal baru-baru ini.
Para partisipan dipasangi akselerometer, yakni alat untuk mengukur berapa lama waktu yang dihabiskan untuk berjalan. Selain itu, setiap hari para peneliti juga mengukur lingkar pinggang, tekanan darah dan kadar protein C-reactive yang merupakan salah satu indikator kesehatan jantung.
Hasil penelitian menunjukkan 25 persen partisipan meninggalkan meja kerja minimal 30 kali sehari dengan total waktu rata-rata 2 jam. Frekuensi tertinggi yang tercatat adalah 1.258 kali dalam sepekan sedangkan yang terendah hanya 99 kali dalam sepekan.
Dibanding kelompok yang jarang bangkit dari duduk selama bekerja, partisipan yang rajin berdiri untuk berjalan-jalan punya rata-rata lingkar pinggang 4,1 cm lebih kecil. Makin kecil ukuran lingkar pinggang, makin kecil risiko mengalami gangguan metabolisme dan jantung.
"Saat berdiri, banyak otot yang berkontraksi sehingga postur tubuh akan terjaga jika dilakukan secara rutin. Cukup dengan meninggalkan meja kerja selama 1 menit, kontraksi itu sudah bisa memberikan manfaat.

Berbagai cara dilakukan orang untuk mencegah kerontokan rambut dan kebotakan. Tapi para ahli merekomendasikan beberapa cara sederhana bila Anda tak ingin botak, yaitu makan kacang dan jangan tinggalkan sarapan.
Kabar baik bagi pria yang takut botak bahwa para ilmuwan telah menemukan penyebab kebotakan, yaitu adanya gen yang menyebabkan kegagalan produksi dan perkembangan sel-sel rambut.
Tapi sayangnya, belum ada cara pengobatan yang benar-benar efektif untuk mengatasinya. Selain itu, sementara gen memainkan peran utama dalam kerontokan rambut, banyak pria tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-harinya dapat memperburuk masalah kebotakan.
Ahli bedah restorasi rambut dari Inggris memberikan beberapa langkah sederhana untuk membantu mengurangi kerontokan rambut, yaitu:
1. Jangan lewatkan waktu sarapan
Rambut terdiri dari keratin, yaitu zat yang memberinya kekuatan. Terlalu sedikit protein akan mempengaruhi tingkat keratin, sehingga menyebabkan rambut kehilangan tenaga dan berhenti tumbuh.
"Sarapan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan protein dalam tubuh, dengan makanan seperti ikan, telur, ayam, daging merah," kata Philip Kingsley, konsultan trichologist.
2. Makan kacang-kacangan
Kurangnya zat besi bisa menyebabkan rambut rontok. Jika Anda tidak memiliki cukup zat besi, maka kadar feritin akan turun, yang merupakan molekul penyimpan zat besi dalam tubuh.
Hal ini pada gilirannya akan mengganggu pertumbuhan rambut normal dan meningkatkan kerontokan rambut. Makan makanan kaya zat besi seperti kacang-kacangan, daging merah, sayuran hijau tua dan buah-buahan kering, ini akan membantu mengurangi rambut rontok berlebihan.
3. Berhenti merokok
Penelitian menunjukkan bahwa rokok juga bisa memicu kerontokan rambut. Hal ini karena rokok dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan merusak suplai darah ke folikel rambut. Maka berhenti merokok adalah salah satu cara untuk mencegah kebotakan.
4. Rileks
Memiliki kelebihan hormon laki-laki mungkin tidak terdengar seperti hal yang buruk, tetapi testosteron dan dihidrotestosteron (DHT) dapat memiliki efek buruk pada bagian-bagian tertentu dari folikel rambut.
Hormon tersebut meresap ke batang rambut dan menyebabkan rambut menjadi lebih tipis. Setelah rambut menyusut, dengan diameter tertentu akan berhenti tumbuh sepenuhnya. Ketika pria sedang stres, tubuh akan memproduksi hormon lebih banyak dan cenderung membuat rambut rontok. Jadi cobalah untuk rileks.
5. Jangan menyisir dengan keras
Menyisir rambut dengan keras dapat menggaruk kulit kepala dan menarik rambut keluar dari akar serta merusak folikel rambut. "Sangat penting untuk merawat kulit kepala dengan lembut ketika keramas, dan jangan menarik-narik rambut Anda dengan sikat atau sisir," kata Dr Bessam Farjo, ahli bedah restorasi rambut dari Manchester.
6. Jangan mewarnai rambut
Studi juga menunjukkan bahwa pewarna yang berisi bahan kimia para-phenylenediamine (PPD) dapat menyebabkan reaksi alergi parah dan dermatitis, yang dapat menyebabkan kerusakan pada folikel kulit kepala dan rambut.
Flu merupakan penyakit yang umum saat musim pancaroba atau musim hujan. Meski bukan penyakit serius, gejala-gejala flu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bila ingin cepat sembuh, sebaiknya hindari makanan berikut saat flu.
Gejala flu seperti hidung tersumbat, meler, batuk serta demam tentunya sangat mengganggu aktivitas. Ada beberapa makanan tertentu yang dapat mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan, tapi ada pula makanan yang justru harus dihindari saat sedang flu.
Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat sedang flu:
1. Makanan manis
Menurut buku 'Diets for Healthy Living: Dr. Linda Page's Natural Solutions to America's 10 Biggest Health Problems', gula mencegah tubuh memerangi bakteri yang menyebabkan gejala flu.
Makan makanan yang mengandung banyak gula seperti cake, permen dan kue dapat mencegah tubuh mengatasi hidung tersumbat yang merupakan keluhan umum saat flu. Gula membuat lendir dapat bertahan lama di saluran pernapasan karena lingkungannya yang hangat dan lembab, sehingga menyediakan tempat yang nyaman bagi virus.
Makanan lain yang sebaiknya dipantang saat flu adalah makanan tinggi lemak seperti kentang goreng dan makanan cepat saji.
2. Susu
Susu dapat menyebabkan lendir di paru-paru dan sinus bertahan lebih lama. Virus tumbuh di lingkungan yang hangat dan lembab yang disediakan oleh lendir, yang dapat membuatnya tinggal di dalam tubuh lebih lama dan juga dapat menyebabkan gejala flu lebih parah.
Ganti susu dengan air atau jus buah segar sampai gejala flu Anda sembuh. Sebaiknya juga hindari semua produk susu selama beberapa minggu setelah flu sembuh. Ini akan membantu paru-paru pulih sempurna.
3. Daging
Lemak hewani menghalangi kemampuan tubuh untuk menyingkirkan kuman yang menyebabkan gejala flu, sehingga flu akan berlangsung lama atau mengalami gejala yang lebih parah.
Ganti ayam dan daging dengan makanan nabati, seperti salad hijau yang mengandung banyak antioksidan sehingga dapat melawan infeksi lebih cepat.
Ketika seseorang sedang dilanda flu atau pilek, maka selain minum obat ia juga disarankan untuk banyak minum. Apa alasannya orang harus mengonsumsi banyak cairan saat flu?
Jika seseorang sedang flu, maka anjuran yang akan diterimanya adalah banyak istirahat dan juga banyak minum. Ternyata saran ini bukanlah isapan jempol belaka, karena banyak minum saat flu bisa membantu mempertahankan cairan tubuh dan mengatasi flu.
Flu merupakan penyakit yang umum saat musim pancaroba atau musim hujan. Meski bukan penyakit serius, gejala-gejala flu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti hidung tersumbat, meler, batuk serta demam.
Secara teoritis, mengonsumsi banyak cairan baik dari air putih atau jus bisa membantu menggantikan cairan yang hilang akibat demam dan mengevaporasi saluran pernapasan. Kondisi ini akan membantu melonggarkan lendir yang membuat seseorang merasa lebih baik.
Selain itu, air yang dikonsumsi juga bisa berfungsi membantu membersihkan sistem tubuh dan menghilangkan racun-racun. Meskipun belum dapat dipastikan apakah asupan cairan ini bisa mengurangi keparahan infeksi atau tidak.
Mendapatkan istirahat yang cukup juga penting dilakukan saat sedang flu. Hal ini karena sebagian besar flu disebabkan oleh virus yang sebenarnya bisa sembuh sendiri jika seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.
Meski ada beberapa makanan tertentu yang dapat mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan flu. Tapi sebenarnya ada pula makanan yang justru harus dihindari saat sedang flu seperti makanan manis, susu dan daging.
Dengan melakukan istirahat yang cukup, banyak minum air putih dan mengonsumsi makanan yang bergizi, seseorang akan memiliki sistem imun yang kuat untuk melawan virus flu di dalam tubuh dan mengurangi infeksi.
Terlalu banyak mengeluh tidak ada manfaatnya bagi kesehatan, bahkan bisa membuat tubuh mudah kena penyakit. Sebaliknya sikap tegar dan optimistis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tidak mudah sakit-sakitan.
Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa faktor psikologis bisa mempengaruhi kesehatan seseorang. Stres dalam di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan berumah tangga misalnya, bisa membuat seseorang rentan terinfeksi kuman.
Orang yang sering mengeluh biasanya akan mudah stres dan stres inilah yang akan menjadi pintu masuk penyakit karena stres menurunkan kekebalan tubuh.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan tahun lalu di University of Kentucky, Prof Suzanne Segerstrom membandingkan pengaruh sikap optimistis dan pesimistis terhadap sistem kekebalan tubuh.
Untuk keperluan tersebut, Prof Segerstrom melibatkan 124 mahasiswa hukum semester awal. Para mahasiswa diminta mengisi kuisioner tentang pandangan ke depan dalam menyikapi persaingan akademik dengan mahasiswa lain di kampusnya.
Mahasiswa yang optimistis tidak mudah stres saat menghadapi persaingan, sebaliknya mahasiswa yang pesimistis dan sering mengeluh merasa teman-temannya lebih pandai dari dirinya. Sikap mengeluh dan pesimistis menyebabkan stres dan emosi negatif lain misalnya rendah diri.
Sementara itu sistem kekebalan tubuh para mahasiswa diukur dengan menyuntikkan jamur candida yang sudah dimatikan ke dalam jaringan kulit. Jamur yang tidak berbahaya itu merangsang sistem imun untuk melakukan perlawanan dalam bentuk pembengkakan di kulit.
Hasil analisis menunjukkan, mahasiswa yang optimistis cenderung memiliki sistem imun yang lebih baik dibandingkan yang pesimistis. Meski pengaruh sikap mental terhadap kekebalan tubuh sebenarnya cukup kecil, Prof Segerstrom menilainya cukup signifikan.
"Dalam angka, pengaruhnya hanya 19 persen. Namun angka ini lebih besar dibanding pengaruh suplemen kalsium terhadap kepadatan tulang yakni 8 persen atau pengaruh obat hipertensi terhadap risiko stroke yang hanya 3 persen.